
Kami adalah sekawanan pipit yang selalu merindu menjadi elang.
Pagi kami selalu diawali dengan bercengkerama di ranting2 ceplukan, sembari menengadah menatap elang2 yang melayang anggun diatas awan. Setelah puas berdecak2 kagum barulah kami terbang berkejaran menuju sawah pak tani untuk mencuri padi.
Ada 2 ekor elang yang paling menarik perhatian kami.Elang pertama tinggal di atas gunung. Konon dia dia sudah berkelana ke pucuk2 dunia sebelum memutuskan untuk pulang dan menetap di gunung tak jauh dari tepat tinggal kami. Kami sangat mengagumi kekuatan, keberanian, dan kecerdasannya.
Elang kedua membangun sarangnya di balik semak2 diseberang lautan. dia tinggal disana bersama ayam, puyuh dan burung2 pipit seperti kami yang bebas mencari makan sekeliling sarangnya. Kami sangat mengagumi nya karena kedekatannya dengan kaum unggas rendahan semacam kami.
Elang kedua sebenarnya bukan seekor elang, dia hanyalah seekor ayam jantan yatim piatu yang sejak kecil diasuh oleh seekor elang tua. Elang tua mengajari ayam jantan banyak hal sampai si ayam jantan tumbuh menjadi ayam yang mampu terbang lebih tinggi dan lebih cepat dari kebanyakan elang.
Walaupun sangat menghormati si elang tua, ayam jantan diam2 sangat membenci kaum elang. Konon ayam jantan sangat ingin menjadi elang sehingga dia menyerang setiap elang yang ditemuinya untuk mendapat pengakuan.Kehebatannya membuat banyak unggas mengaguminya yang berakibat dia mulai besar kepala.
Suatu pagi, kami melihat ayam jantan melesat menyerang elang gunung. Ayam jantan mulai menyerang dari segala arah. Elang gunung hanya berkelit menghindar dengan gerakan yang anggun.Kami bertepuk sayap(kami takpunya tangan..)setiap patukan2 ayam jantan meleset hanya beberapa sentimeter dari tubuh si elang gunung.
Ayam jantan yang merasa dipermalukan lalu mengeluarkan jurus2 licik.Dia menyiramkan pasir pantai ke mata si elang gunung sambil terus mematukinya.Kami berciap2 mengutuki si ayam jantan yang curang. Dia yang dulu kami kagumi karena kebaikan dan kerendah hatianya sekarang terlihat tak ada bedanya dengan musang licik yang sering mencuri telur2 kami. Elang gunung kaget karena tak menyangka akan mengalami hal ini. Setelah pandangannya kembali, dia berbalik mengejar si ayam jantan dan mematuknya dengan gerakan mematikan yang belum pernah kami lihat sebelumnya,kami menjerit tertahan saat melihat tubuh si ayam jantan melayang jatuh ke bumi.. (bersambung)
1 komentar:
anjjrrriiittt!!!!
top banget!
:D
Posting Komentar